Belum lama, seorang teman tiba-tiba chat ke gue meminta untuk design undangan. Gue lumayan dekat dgn dia dan udah lama ga berkomunikasi, otomatis gue cukup khatam dalam masalah cintanya yg berliku-liku. Ketika gue tanya siapakah pria yg beruntung meminang dia, gue lumayan kaget. Karena dia dipinang oleh mantannya yg gue cukup tau kisahnya seperti apa. Apalagi temen gue termasuk cewek "penjaring" yg notabenenya banyak menjaring pria-pria tak berdosa diluar sana.
Jodoh tak kemana. Istilah kuno yang sangat melekat di masyarakat Indonesia. Kalimat itu bisa membuat optimis, tapi bisa juga bisa buat pesimis. Dari kasus yg menimpa teman gue tadi, bisa dibilang istilah "Jodoh tak kemana" terbukti. Tapi bagaimana pun juga pernikahan itu permulaan dari sebuah kehidupan. Asiiik dewasa banget omongan gue. Wajar di tukang cukur rambut tarif gue dewasa.
Memang jodoh itu bener-bener misteri. Banyak orang-orang dekat yg gue kenal, kisah tentang cintanya serumit perang di Syiria. Ada yg mujur, ada juga yg mulus. Lah sama aja yak?
Kasus sepupu gue yg kenal sama cewek dari waktu dia SMP, lalu pacaran, dan akhirnya menikah diumur 23/24-an. Itu ngebuktiin kalo pacaran lama bisa menikah.
Ada juga kasus sepupu gue yg pacaran udah lama sampai bertahun-tahun, tapi diusia matang berpacarannya malah mereka putus. Tapi kemudian dia berkenalan tanpa sengaja dgn seorang wanita, mereka lalu intens komunikasi dan dibulan ketiga mereka kenal, mereka berkomitmen untuk menikah. Ibarat kata, sepupu gue sedang training dgn pacarnya yg pacaran bertahun-tahun, ketika sudah belajar banyak, Tuhan akhirnya kasih orang yg benar-benar pantas untuk sepupu gue.
Lamanya berpacaran juga ga menjamin kita jodoh sm dia. Sekali lagi, jodoh itu benar-benar misteri.
Kalo diliat dari kasus sepupu gue yg kedua, yg baru kenal sebentar tapi langsung memutuskan menikah memang ibarat kata membeli karung dalam kucing. Tebalik? Sengaja!
Gimana enggak, 3 bulan itu waktu yang bener-bener singkat untuk tau seseorang sebenernya. Tapi kenapa dia bisa? Cuma 3 bulan? Padahal sebelumnya dia pacaran lama banget sampe bertahun-tahun? Tapi kenapa dia menikah dengan orang yg baru dia kenal 3 bulan?
Kalo menurut gue sih, itu bukti kedewasaan dari kedua belah pihak bahwa mereka menikah karena memang sudah belajar dari peristiwa yg sudah-sudah. Gimana caranya kita menyesuaikan diri dgn pasangan kita dan menurunkan ego kita dalam membina rumah tangga. ASOOY~
Tetapi ada juga salah satu sahabat gue yg menikah dgn pasangannya yg baru dikenal 3 atau 4 bulan tetapi pada akhirnya pernikahan mereka kandas begitu saja karena mereka akhirnya mengetahui sifat-sifat asli pasangannya.
Kasus sama menimpa salah satu temen gue juga. Dia pacaran lama dgn pacar lamanya tetapi putus diusia berpacarannya yg sudah lama, kemudian dia berkenalan dgn orang baru yg mengajaknya menikah dan memberikan keseriusan berupa aksi kpd temen gue agar dia yakin utk dinikahkan. Akhirnya pinangan itu diterima dgn baik. Siapa yg ragu ketika sedang berada dititik galau tiba-tiba ada seseorang yg serius dan memberikan bukti untuk serius meminang dia? Pasti wanita langsung meleleh. Sayangnya, akhirnya sifat ataupun kebiasaan masing-masing baru terlihat, dan diumur jagung pernikahan mereka pun kandas juga. Hiks...
Disayangkan, tapi itu jg pelajaran.
Keterbukaan dan saling mengerti memang modal dasar utk membangun bahtera rumah tangga dgn seseorang yg baru kita kenal sebentar. Dari kasus terakhir bisa dilihat sepertinya keterbukaan terhadap pasangan ketika masa pdkt kurang. Akhirnya kurangnya sikap saling pengertian yg menyebabkan sebuah pernikahan kandas karena tidak cocok. Tapi kembali lagi, yg merasakan itu bukan kita, karna rasa tiap orang berbeda-beda, bisa jadi kita cuma bisa berkomentar layaknya kebanyakan orang Indonesia pada umumnya.
Allah menciptakan Tuhan berpasang-pasangan. Gue sangat yakin itu. Jadi yg jomblonya menahun lamanya, ibarat kata kuliah udah mau kena pemutihan, tenang aja, karena janji Tuhan ga pernah ingkar. Tapi menurut gue Tuhan seperti "menyediakan" jodoh. Tuhan memberi kesempatan utk kita berkenalan dgn "Calon Jodoh pertama" kita, lalu ketika tidak mulus kita diberikan kesempatan lagi untuk berkenalan dgn "Calon Jodoh kedua", lalu "Calon Jodoh ketiga" dan seterusnya. Tapi Tuhan dgn hak perogatifnya bisa bikin kita dgn "Calon Jodoh" yang mana aja. Yang penting kalo emang niatnya "bukan utk main-main" lagi dan seiring jg iktiar dan doa, pasti Tuhan memudahkannya. Ga mungkin enggak. Yang terpenting lebih baik kita berbenah dan memantaskan diri kita.
Walaupun pacaran sebenarnya ga ada untuk para muslim, tapi kan ada taaruf. Maka dari itu yuk siapa yg mau taaruf sm aku?
Yang nyolong selendang bidadari kali ah! Joko Ta'aruf.
Ehe.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar